Uncategorized

Pandanganku Tentang Pernikahan (Part 2)

Maka, mengapa pernikahan adalah sesuatu hal yang penting? Dalam konteks abad ke 21, ketika banyak hal berkonsep sekali pakai buang, kita dengan mudahnya memberikan ataupun membuang sesuatu. Ketika gas di korek kita habis, kita membuangnya dan membeli yang baru, ketika pena tidak bisa dipakai untuk menulis lagi, kita membuangnya dan membeli yang baru, terdapat ponsel dengan fitur yang baru, kita mengganti ponsel kita yang lama walaupun masih dalam kondisi yang baik. Entah bagaimana, kita menjadi orang yang menyianyiakan hubungan kita. Kekasih anda naik berat badannya? Ayo kita cari wanita yang baru; Kekasih anda tidak dapat menghasilkan banyak uang? Baiklah kita cari pria yang lebih kaya; Kita jarang berkomunikasi? Baiklah mari temukan orang yang baru. Dan banyak lainnya.

Sosial media membuat segala transisi, membentuk hubungan yang sekali pakai buang menjadi lebih mudah dengan menyediakan kepada kita akses yang tidak ada hentinya untuk menemukan pasangan – pasangan baru yang potensial bagi kita yang kita anggap lebih baik dari yang kita miliki saat ini. Permasalahannya adalah, hal yang paling baik menutuhkan waktu untuk mencapai potensi penuh mereka, dan kebanyakan hal yang baik memerlukan waktu tertentu sebelum dapat bertumbuh.

Ini seperti kisah pohon bambu Cina. Seorang petani menanam bibit bambu cina. Selama setahun, ia menyiramnya dan memupuk bibit tersebut. Istri petani tersebut berkata, “Mengapa kau tidak menanam sesuatu yang lainnya dan berhenti menghabiskan waktumu dengan omong kosong ini?”. Petani tersebut hanya tersenyum dan berkata kepada istrinya, “Tunggu saja”.

Tahun berikutnya, dengan penuh keyakinan petani tersebut menyirami dan memupuk bibit bambu Cina tersebut. Tidak terjadi apapun. Istrinya begitu marah dengan dirinya dan memaksa untuk menanam bawang atau tanaman lain yang dapat memberikan mereka uang. Petani itu hanya tersenyum dan berkata, “Tunggu saja”

Pada tahun ketiga, dengan penuh kesabaran petani itu tetap menyiram dan memberik pupuk pada bibit bambu. Istrinya sangat marah dan dengan depresi, ia menanam kebunnya sendiri. Tahun keempat datang dan berlalu. Pada titik ini, sang istri merasa bahwa suaminya sudah gila. Setidaknya, kebun milik sang istri telah berbuah dan menghasilkan uang.

Pada tahun kelima. Sang petani tetap menolak untuk menanam tanaman lainnya. Dengan penuh kesabaran ia menyiram dan memberi pupuk bibit bambu Cina tersebut. Tiba – tiba, dalam tahun kelima, bambu itu tumbuh setinggi 30 meter hanya dalam enam minggu, dan dengan cepat memenuhi lahan kebun sang petani dan istrinya. Anda lihat, bibit bambu Cina membutuhkan waktu selama 5 tahun untuk menumbuhkan akar yang kuat.

Jika sang petani kehilangan keyakinan dan kesabaran atau ia terburu – buru ingin mendapatkan keuntungan, maka ia tidak akan pernah melihat bambunya tumbuh menjulang tinggi. Dan begitupun dengan pernikahan. Kesabaran, keyakinanan dan kegigihan dan sebuah komitmen. Pada akhirnya, sang petani memanen bambunya dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Hal terbaik dalam hidup, kedewasaan, seperti layaknya anggur merah terbaik atau sebuah mobil antik, atau karya seni kuno. Semuanya hanya akan mendapatkan nilai terbaiknya setelah melewati waktu yang lama. Saya mencintai gitar klasik. Saya telah mengumpulkannya sejak beberapa tahun dan untuk mendapatkan kualitas suara terbaik dari gitar tersebut, tidak ada jalan singkat, namun dibutuhkan waktu agar kayu dapat benar – benar matang, dan dalam beberapa tahun suara yang dihasilkan akan begitu hangat. Agar hal ini dapat terjadi, anda harus menjaga gitar tersebut untuk waktu yang lama, merawatnya dan mencintainya, atau, kelembapan akan merusak kayunya dan mengurangi nilai dari gitar tersebut. Hal yang sama berlaku pada karya seni atau mobil klasik atau bahkan perhiasan. Perhatian yang kita berikan kepada benda – benda tersebut dapat meningkatkan nilai dari benda itu sendiri, mungkin terkadang bukan tentang uang, namun nilai emosional yang kita berikan kepada benda tersebut itulah yang terpenting. Benda – benda ini semakin anda dambakan karena waktu dan usaha yang anda telah berikan kepadanya, hal ini juga berlaku bagi hubungan.

Jadi pernikahan adalah semacam motivasi yang membantu kita untuk bertahan ketika hubungan kita sedang mengalami masa sulit, ketika meninggalkannya sebenarnya adalah pilihan yang lebih mudah. Ini adalah nilai yang sangat kuat yang kita tanamkan pasa diri kita untuk membuat hidup kita lebih berarti.  Hal ini membantu menahan kita saat akan mengambil keputusan secara impulsif, keputusan yang dalam jangka pendek terlihat seperti keputusan yang tepat namun dalam jangka panjang bisa jadi membuat kita melewatkan kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi orang yang lebih baik.

Perumpamaannya adalah seperti memutuskan untuk kuliah atau megikuti kursus.  Saat anda diterima di universitas, itu berarti anda akan menghabiskan waktu 3 atau 4 tahun untuk menyelesaikannya.  Jika dalam proses tersebut anda mengalami suatu masalah maka akan lebih susah bagi anda untuk memutuskan berhenti dari perkuliahan karena jumlah uang dan waktu  yang anda habiskan. Anda juga menyadari berhenti kuliah atau pindah jurusan akan membuat anda rugi waktu dan kesempatan lainnya.

Jika anda memutuskan untuk ikut kursus maka mudah bagi anda untuk berhenti darinya karena hanya satu kelas saja yang anda ikuti. Waktu dan uang yang terbuang pun relatif sedikit. Begitu pula dengan pernikahan, pernikahan membuat kita bertahan dengan komitmen dan motivasi untuk tetap berjuang ketika semua terasa sulit. Hal ini sangat penting karena kedewasaan seseorang secara pribadi ataupun pasangan umumnya berkembang setelah melalui masa yang sulit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s