Relationship · Tips

10 peraturan dalam berdebat ini dapat menyelamatkan hubungan anda

Diamond-Lighthouse-selling-divorce-Asian-angry-couple1

Jangan lari dari konflik yang ada dalam hubungan asmara anda. Sebuah perdebatan dapat membantu anda untuk mengerti bagaimana cara berpikir pasangan anda. Hal ini adalah sebuah kesempatan untuk anda berdua dapat mempersatukan perbedaan, belajar untuk berkompromi antara satu dan yang lainnya.

Tetapkan pada pikiran anda, bahwa setiap kali terjadi perdebatan, tujuan akhirnya adalah untuk berkompromi dengan pasangan anda, atau paling tidak, anda menjadi lebih memahami pasangan anda. Perdebatan hanya berkaitan dengan kata-kata, anda tidak bisa berdebat dengan fisik. Apabila anda mengikuti aturan-aturan ini, anda akan menyadari bahwa sebuah perdebatan bisa berakhir menjadi diskusi yang menyenangkan.

  1. Pahami kenapa anda menjadi kecewa.

Jangan terburu-buru saat berdebat, berikanlah waktu untuk berpikir tentang perdebatan tersebut. Jangan mencoba untuk membaca pikiran pasangan anda. Saat anda paham apa yang membuat anda merasa kecewa, coba untuk jelaskan perasaan anda itu.

Jangan pernah menutupi isu yang membuat anda kecewa. Seperti contohnya anda menyalahkan pasangan anda tidak bisa memasak, padahal sebenarnya anda marah karena dia lupa hari ulang tahun anda.

  1. Hindari kata-kata yang membuat marah.

Pada saat situasi mulai memanas, jangan menghina pasangan anda. Hinaan seperti sebuah pisau yang langsung menghujam inti dari sebuah hubungan. Dan trauma yang ditimbulkan oleh sebuah hinaan hanya dapat disembuhkan oleh bantuan dari professional serta membutuhkan waktu yang lama.

  1. Menjadi pribadi yang terbuka

Bahkan saat anda merasa anda tidak melakukan hal yang salah, tetaplah terbuka dan dengarkan apa yang ingin disampaikan oleh pasangan anda. Anda mungkin secara tidak sengaja telah melakukan sesuatu yang menyakitkan bagi pasangan anda. Apabila ia mulai bersikap defensif, mulailah mendengarkan apa yang ingin ia utarakan.

Pada saat giliran anda untuk bicara, gantilah kata “kamu” dengan kata “saya”. Seperti contohnya. “Mungkin jika saya menjelaskan hal ini lebih baik, semua jadi lebih masuk akal”. Hal ini membuat anda memiliki tanggung jawab untuk apa yang sudah anda kemukakan dalam perdebatan, dan memberikan kesempatan pada pasangan anda untuk melakukan hal yang sama.

Jangan langsung menyangkal dengan mentah sebuah argument. Hal ini hanya akan membuat situasi menjadi lebih parah. Jadilah lebih terbuka, dan berikan orang lain kesempatan untuk mengemukakan pendapat.

  1. Jangan pernah mengancam untuk berpisah

Kalimat “mungkin kita harus bercerai/berpisah,” seharusnya tidak pernah dikatakan di tengah-tengah perdebatan. Anda mungkin kecewa, anda mungkin merasa bahwa saat itu adalah akhir dari hubungan anda, tapi saat itu bukanlah saat yang tepat untuk mengemukakan sebuah ancaman kepada pasangan anda. Bahkan saat anda mempertimbangkan perceraian adalah jalan keluar, saat itu adalah saat paling buruk untuk membuat sebuah keputusan. Emosi anda sedang pada puncaknya, dan and dapat menyesali hal yang anda katakana saat itu. Saat terbesit dalam benak anda untuk mempertimbangkan perceraian berarti anda mulai menyerah dengan hubungan anda sekarang, dan anda tidak mau untuk berusaha untuk memperbaikinya. Jangan menyerah!

  1. Berdebat tentang hal yang terjadi sekarang

Setiap kali bertengkar / berdebat, bicarakan tentang satu isu saja dan diskusikan tentang hal-hal yang sedang terjadi saat ini, bukan tentang hal-hal yang terjadi di masa lalu. Bahaslah hal-hal yang spesifik terjadi pada saat itu, agar tidak objek perdebatan tidak menjadi luas.

  1. Berikan kesempatan orang lain untuk bicara

Berikan pasangan anda kesempatan untuk bicara, dan dengarkan pada saat ia bicara. Kadang-kadang, memakai timer untuk membatasi waktu bicara seseorang bisa sangat membantu. Pada saat giliran anda bicara, fokuslah pada apa yang anda rasakan dan apa yang membuat anda merasa seperti itu. Hal ini dapat memunculkan rasa saling menghormati diantara kedua pasangan.

  1. Istirahat sejenak.

Apabila situasi mulai memanas, buatlah kesepakatan untuk istirahat sebentar, ambil jarak antara kedua belah pihak, dan lanjutkan pada waktu yang telah disepakati bersama. Contohnya pada saat malam hari terjadi perdebatan, buatlah kesepakatan untuk tidur sejenak, dan lanjutkan diskusi anda dipagi harinya. Hal ini dapat membuat pikiran anda lebih jernih.

  1. Temukan hal-hal yang sepaham

Dalam sebuah diskusi, apabila anda mendengarkan dengan baik, mungkin saja ada beberapa hal yang anda juga setujui. Coba cari cara lain untuk berkompromi. Buatlah sebuah kelonggaran apabila hal tersebut terjadi pada situasi tertentu. Yang paling penting adalah hubungan anda, bukan selalu tentang apa yang benar menurut anda.

  1. Mau untuk minta maaf terlebih dahullu.

Jangan pernah menunda untuk meminta maaf. Meskipun anda tidak tahu apa yang salah, cobalah untuk meminta maaf. Cobalah juga untuk selalu memaafkan pasangan anda.

  1. Ingatkan akan rasa cinta.

Hal yang terpenting yang dapat anda lakukan adalah mengatakan bahwa anda mencintainya sebelum, ditengah-tengah, atau sesudah perdebatan terjadi diantara anda. Peluk pasangan anda dan buatlah dia yakin bahwa anda tidak akan meninggalkannya.

Karena menyelesaikan sebuah perdebatan bisa membuat anda berkompromi dan lebih memahami. Aturan diatas dapat digunakan disegala bentuk hubungan (hubungan romatis, hubungan pertemanan, hubungan kerja, dll).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s