Uncategorized

Apakah Suami Anda Membuat Anda Bahagia? Jawaban Wanita ini Sungguh Diluar Perkiraan

Seorang pembicara bertanya pada salah satu wanita peserta sebuah seminar di Fresno Pacific University:

Äpakah suami anda membuat anda bahagia?”

Sang suami yang juga menghadiri seminar itu pun mulai menegakkan badannya, ia yakin istrinya pasti menjawab “iya” karena istrinya tidak pernah mengeluhkan apapun tentang pernikahan mereka.

Namun istrinya menjawab dengan “Tidak”.

“Tidak, suami saya tidak membuat saya bahagia.”

Suaminya menjadi bingung mendengar jawaban istrinya, namun istrinya melanjutkan lagi:

“Suami saya tidak pernah membuat saya bahagia, saya bahagia.”

“Saya bahagia atau tidak bukanlah bergantung kepada suami saya, tapi kepada diri saya. Sayalah yang memutuskan saya bahagia atau tidak.

Saya memilih untuk bahagia dalam segala situasi hidup saya, jika kebahagiaan saya bergantung pada orang lain, benda, atau keadaan maka saya akan sangat kesulitan.”

Segala hal dalam hidup selalu mengalami perubahan, manusianya, kekayaan, badan saya, iklim, atasan saya, kesenangan saya, teman, dan kesehatan fisik serta mental saya. Saya bisa menyebutkan banyak lagi hal lain yang selalu berubah.

Saya harus memutuskan untuk bahagia apapun yang terjadi. Saat saya memiliki banyak atau sedikit, saya bahagia! Saat saya pergi atau saya di rumah, saya bahagia! Saat saya kaya atau miskin, saya bahagia!

Saya telah menikah namun saya sudah bahagia sejak saya masih melajang. Saya bahagia untuk diri saya sendiri.

Hal lain seperti manusia atau situasi adalah pengalaman yang bisa mengakibatkan sukacita atau dukacita. Ketika seseorang yang saya sayangi meninggal dunia, saya adalah orang yang bahagia dalam situasi duka yang tak terhindarkan.

Saya belajar dari pengalaman masa lalu dan saya melakukan hal yang saya tahu sampai sepanjang masa akan tetap menjadi hal baik untuk dilakukan, seperti mencintai, membantu, mengerti, menerima, dan juga menghibur.

Ada orang yang berkata: Hari ini saya tidak bisa bahagia karena saya sakit, karena saya tidak punya uang, karena udaranya sangat panas, karena udaranya sangat dingin, karena seseorang menghina saya, karena seseorang berhenti mencintai saya, karena saya tidak tahu bagaimana cara mencintai diri saya sendiri, karena suami saya berubah, karena anak saya tidak membuat saya bahagia, karena teman saya tidak membuat saya bahagia, karena pekerjaan saya biasa-biasa saja, dll.

Saya mencintai hidup saya bukan karena hidup saya lebih mudah dibandingkan dengan kehidupan orang lain, tapi karena saya sudah memutuskan untuk menjadi pribadi yang bahagia.

Saya bertanggungjawab akan kebahagiaan saya sendiri.

Ketika saya mengambil alih tanggungjawab untuk mebahagiakan diri saya sendiri dari dari suami saya atau siapapun, maka saya membebaskan mereka dari beban, beban untuk membahagiakan saya. Percayalah tanpa beban itu maka hidup mereka akan jadi jauh lebih ringan.

Dan itulah rahasia awetnya pernikahan saya.”

Jangan pernah memberi orang lain tanggungjawab untuk mengendalikan kebahagiaanmu. Berbahagialah sekalipun udaranya panas, sekalipun anda sakit, sekalipun anda tidak memiliki uang, sekalipun seseorang telah menyakitimu, sekalipun seseorang tidak mencintaimu, dan sekalipun kamu tidak merasa dirimu berharga. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita segala umur.

sumber: https://tinyurl.com/ke2sdke

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s