Relationship

Kepada Semua Istri Yang Tidak Mencintai Suaminya

lonely_swing.jpg.CROP.cq5dam_web_1280_1280_jpeg

Baru-baru ini saya mendapatkan komentar dari seseorang (anonim) yang mengatakan bahwa tantangan terbesar dari pernikahannya adalah : “Tidak cinta. Saya cinta suami saya, tapi saya tidak merasa mencintainya. Salahkah saya? “

Untuk wanita yang menulis komentar tersebut, ini untukmu. Atau untuk semua orang yang merasakan hal yang sama.

Kepada para istri yang tidak mencintai suaminya

Anda tidak sendirian. Saya pernah merasakan hal yang sama. Saya tahu ada rasa bersalah saat anda menanyakan hal tersebut. Gadis kecil tumbuh besar dengan impian mereka tetang pernikahan. Dalam film dan buku kita melihat hal yang romantis, lamaran yang indah serta pernikahan yang spektakuler.

Kita membayangkan akan hidup bahagia selama-lamanya.

Di hari pernikahan anda bertekad untuk selalu berada dalam nuasa saling mencintai seumur hidup. Anda membayangkan bahwa rasa berdebar-debar dan kasmaran tidak akan pernah hilang. Tapi, kenyataannya semua pasangan yang telah menikah akan secara alami mengalami pasang surut dalam sebuah hubungan. Bagaimana saya bisa tahu? Karena saya sudah pernah mengalaminya.

Ada saatnya dimana saya dan suami merasa begitu dekat dan intim dah hal itu membuat saya tersenyum sepanjang hari seperti kami baru berpacaran. Namun ada pula saat dimana saya merasa saya tidak sedang jatuh cinta. Ketika hubungan kami renggang dan itu membuat perasaan cinta menjadi hanya seperti kenangan. Disaat seperti itu saya selalu mengkhawatirkan masa depan hubungan kami.

Saya paham karena saya sering mempertanyakan hal yang sama seperti anda. Saya tidak mengerti kenapa saya tidak merasakan cinta. Saya berpikir bahwa perasaan cinta itu akan ada selamanya. Kita semua pun berpikir demikian.

Anda ingin tahu mengapa? Ya karena kehidupan kita mengambil alih. Prioritas kita berubah. Orang yang selalu menjadi nomor 1 di daftar prioritas kita menjadi nomor kesekian setelah pekerjaan, anak, keluarga, teman, keuangan, dll.

Kepada para istri yang tidak mencintai suaminya, saya ingin memberi tahu anda 4 hal

  1. Apa yang anda rasakan adalah normal. Jangan merasa buruk karena anda merasakan hal tersebut. Apa yang anda rasakan adalah salah satu fase dalam pernikahan.
  2. Anda bisa jatuh cinta lagi kepada suami anda. Saya sangat yakin akan hal ini.
  3. Jatuh cinta lagi kepada suami anda akan berbeda dengan ketika anda pertama kali jatuh cinta padanya. Ketika anda jatuh cinta pertama kali, cinta adalah sesuatu yang tidak dapat anda kedalikan, sesuai istilahnya “jatuh” cinta. Namun ketika anda jatuh cinta lagi kepada suami anda maka cinta anda akan lebih matang.
  4. Untuk jatuh cinta lagi anda harus mengembalikan pernikahan anda ke daftar teratas prioritas. Anda harus mencintai dengan yakin bahwa rasa cinta itu akan tumbuh kembali.

Saya cinta suami saya, saya selalu mencintainya. Namun, beberapa tahun lalu saya tidak merasa saya mencintainya. Kami kesulitan, kami sama sekali tidak klik. Saya mulai mempertanyakan akankah kami bahagia selama-lamanya?

Ingin tahu apa yang membuat saya jatuh cinta lagi?

TEKAD!

Tekad yang kuat untuk mendahulukan pernikahan saya. Tekad yang kuat untuk memperbaiki hubungan saya dengan suami.

Sekarang saya dan suami bertekad untuk meluangkan waktu untuk kami bisa berdua. Kami bertekad untuk berlibur berdua. Kami bertekad memperbaiki komunikasi kami. Kami bertekad memberikan lebih banyak sentuhan satu sama lain. Kami bertekad saling menghargai. Kami bertekad menjadi bertanggungjawab dalam tindakan kami.

Walau sekarang saya merasa sangat cinta dengan suami saya, saya mengerti bahwa saya tidak akan selalu merasa seperti ini. Akan ada waktu dimana nanti saya tidak merasakan cinta dan semua hal menjadi membosankan.

Namun sekarang saya menyadari bahwa perasaan tidak cinta berakar dari kurangnya koneksi. Dengan membulatkan tekad untuk membangun kembali koneksi saya dan suami maka saya akan merasakan kembali cinta itu.

Kepada para istri yang tidak mencintai suaminya

Jangan khawatir. Tidak perlu merasa bersalah. Semua akan baik-baik saja. Saya bisa mengerti apa yang anda rasakan karena saya pernah ada di situasi yang sama. Apa yang anda rasakan adalah sesuatu yang normal, namun jangan membiarkan hal ini berlarut-larut. Kurangnya koneksi anda dan suami bisa berakibat buruk untuk masa depan pernikahan anda. Ambil kendali dalam pernikahan anda. Anda harus percaya bahwa anda memiliki kekuatan untuk memilih untuk selalu ada dalam nuansa cinta.

Anda memiliki kekuatan untuk membangun pernikahan yang anda dambakan. Anda masih mencintai suami anda, itu sudah cukup. Dengan tekad, anda bisa jatuh cinta lagi kepada suami. Saya sudah membuktikannya berkali-kali dan saya percaya anda pun dapat melakukannya.

Sumber : https://tinyurl.com/lpfkn7x

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s