Uncategorized

Dampak Perceraian (Part 1)

divorce-3

Orang yang merasa tidak bahagia dengan pernikahannya sering merasa terjebak. Mereka ingin merasa bebas dari tekananan, kesepian, dan perdebatan tapi khawatir bahwa perceraian bukanlah keputusan yang tepat. Pada akhirnya mereka sangat bersungguh-sungguh menepati janji pernikahan. Mereka tidak ingin menyakiti pasangan atau mempermalukan keluarga. Mereka tidak ingin menyakiti perasaan anak-anak. Mereka panik ketika membayangankan kesendirian. Mereka khawatir akan masalah finansial dan pendapat orang lain. Mereka takut kepada ketidakpastian.

Bagi kebanyakan orang perceraian masih merupakan sesuatu yang buruk, tetapi menjalani pernikahan tanpa cinta terasa seperti hukuman mati. Mereka merasa tidak berdaya, mereka merasa terjebak dalam kesendirian. Seiring berjalannya waktu mereka secara perlahan akan merasa keuntungan meninggalkan pernikahan mereka lebih besar daripada mempertahankannya. Mereka mulai berpikir, ”Anak-anak itu kuat, mereka akan baik-baik saja” atau “Ini yang terbaik untuk semuanya” atau “Awalnya mungkin susah, tetap perubahan itu bagus” atau “Apapun lebih baik dari keadaan sekarang”. Ketika mereka  melihat kembali keadaan mereka baru mereka akan menyadari harga yang harus dibayar untuk kebebasan tersebut. Sayangnya ketika mereka menyadari kenyataan pahit ini semua sudah terlambat.

Di Indonesia, terdapat sekitar 700.000 kasus perceraian per tahun. Perceraian menjanjikan kedamaian dan ketenangan. Perceraian menawarkan awal yang baru, kesempatan kedua untuk memulai hubungan romantis dan kepuasan diri. Perceraian menjanjikan jalan keluar terbaik untuk mengakhiri semua masalah.  Ketika anda merasa sangat tidak bahagia maka sangat sulit untuk menolak apa yang ditawarkan oleh perceraian.  Jika anda atau seseorang yang anda sayangi sedang mempertimbangkan perceraian, mungkin anda perlu mengetahui fakta tentang perceraian.

Sebuah penelitian dilakukan kepada pasangan yang merasa pernikahan mereka tidak bahagia. 5 tahun kemudian pasangan yang sama diwawancarai kembali untuk mengetahui keadaan mereka sekarang. Sebagian dari mereka telah bercerai dan sebagian lainnya memilih bertahan dengan pernikahannya. Karena masalah pernikahan mempengaruhi kesejahteraan pikiran, peniliti berasumsi bahwa orang dewasa yang tidak bahagia dengan pernikahannya setelah bercerai akan lebih bahagia, percaya diri, tingkat depresi menurun, dan penguasaan dirinya akan lebih baik.

Secara mengejutkan, jawabannya adalah tidak. Bahkan setelah mempertimbangkan aspek ras, usia, jenis kelamin, dan penghasilan, hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata pasangan yang bercerai atau berpisah karena tidak bahagia dengan pernikahannya tidak lebih bahagia dari mereka yang memutuskan bertahan dengan pernikahan. Bahkan pasangan yang tidak bahagia dengan pernikahannya dan bercerai kemudia menikah lagi dengan orang lain tidak lebih bahagia dari mereka yang memilih bertahan dengan pernikahannya. Perceraian tidak mengurangi depresi karena pernikahan yang tidak bahagia atau meningkatkan rasa percaya diri dan peguasaan diri mereka, disbanding pasangan yang memilih bertahan dengan pernikahannya.

Sedangkan 66% pasangan yang tidak bahagia dengan pernikahannya namun memilih bertahan dengan pernikahannya berakhir merasa lebih bahagia setelah 5 tahun, hanya 20% dari pasangan yang tidak bahagia dengan pernikahannya merasakan kebahagiaan setelah menikah lagi.

Diantara mereka yang menilai pernikahannya sangat tidak bahagia, hampir 80% yang menghindari perceraian merasakan kebahagiaan dalam pernikahannya setelah 5 tahun.

Masih ada beberapa hal lagi yang harus anda ketahui dari sebuah perceraian, simak di bagian kedua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s